21 Januari 2009

News in Education

Oleh FRANS OBON

Foto bersama setelah penutupan pelatihan pada hari terakhir, Minggu 21 Desember 2008. Ujung kanan Kepala Sekolah SMAK Frateran Ndao, Frater M Sarto BHK.

Dua minggu sebelumnya, Pak Rafael Rondo dari SMAK Frateran Ndao, Ende bicara dengan saya dan Frans Anggal di Redaksi Flores Pos di Jln El Tari. Intinya sekolah yang diasuh Kongregasi Frateran Bunda Hati Kudus itu mau menghidupkan majalah dinding. Konsepnya adalah para siswa sendiri yang mengelolanya. Guru-guru hanya membimbing.
Tapi para siswa perlu dibekali sedikit dengan teknik-teknik menulis sehingga mereka punya pengetahuan dan keterampilan dasar mengelola majalah dinding. Setidaknya sejak di bangku sekolah menengah, mereka memiliki ketertarikan pada dunia tulis menulis.

11 Januari 2009

Talenta di Bawah Bantal

Oleh FRANS OBON

Penyandang cacat menuntut persamaaan hak dan pekerjaan yang layak sesuai kemampuannya.


AHMAD YANI duduk sederet dengan dokter Ellya Dewi dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Ende, anggota DPRD Ende Antonius Yohanes Bata, Direktur Flores Institute for Resources Development (FIRD) Ronny So, dan Redaktur Pelaksana Flores Pos, Frans Obon sebagai moderator. Ahmad Yani adalah seorang penyandang cacat. Seorang penjahit di kota Ende. Dia tidak pernah membayangkan bahwa suatu kesempatan dia akan menjadi narasumber dalam sebuah diskusi.

Lembor Tetap Jadi Lumbung

Oleh FRANS OBON

Sudah sejak awal pencetakan sawah Lembor, wilayah itu memang dimaksudkan sebagai lumbung pangan terutama bagi Manggarai. Lembor dijadikan salah satu sentra produksi padi sawah. Usaha awal ini tidak lain agar masyarakat cukup pangan. Rakyat Manggarai tidak perlu lagi mendatangkan beras dari luar. Apalagi mengharapkan proyek beras miskin. Pemerintah daerah masa itu konsisten ingin mengembangkan apa yang kita sebut sekarang keamanan pangan (food security).

Pembaruan Terus Menerus!

Oleh FRANS OBON

Pembaruan. Itulah kata kunci ketika kita memasuki tahun baru. Dengan ini kita tidak hanya melihat perayaan tahun baru sekadar pergantian kalender. Tapi lebih sebagai refleksi untuk menilai kembali sepak terjang kehidupan pribadi dan kehidupan sosial kemarin, hari ini dan demi merancang masa depan yang lebih baik. 

Di dalam konteks kehidupan publik, mendesak rasanya kita melakukan pembaruan-pembaruan di segala sektor kehidupan kita. Dalam ranah politik, misalnya, kita perlu menegakkan kembali komitmen kita untuk memahkotai seluruh aktivitas politik dengan kesejehateraan umum (bonum publicum). 

Natal Membarui Diri Kita

Oleh FRANS OBON

Natal datang lagi. Kita sambut dengan gembira. Lagu-lagu Natal menggema di gereja-gereja. Di rumah-rumah. Ada kunjungan ke rumah-rumah. Ada iklan ucapan selamat Natal. Ada sedekah ke panti-panti asuhan. Ada seribu macam aksi lahiriah lainnya