Oleh FRANS OBON |
BARU SAJA umat kristiani merayakan pesta Paskah. Pesta kemenangan atas kematian. Kemeriahannya terasa di seluruh pelosok. Banyak ragam kegiatan menyambut pesta Paskah ini. Sebagai pesta iman tentu saja banyak refleksi teologis praktis yang dibuat oleh umat. Termasuk membuat komitmen untuk melakukan perubahan-perubahan dan pembaruan-pembaruan diri. Pembaruan diri itu diasumsikan menjadi sumber bagi pembaruan masyarakat.
Jika refleksi teologis praktis Perayaan Tri Hari Suci dikaitkan dengan politik Pilkada yang akan dilaksanakan dua bulan ke depan di empat kabupaten di Flores plus bagi pengabdian politik di lima kabupaten yang tidak menggelar Pilkada, kita dapat memetik hikmahnya.