Oleh FRANS OBON
Sejak Konsili Vatikan II, kata-kata menangkap tanda-tanda zaman seringkali digunakan untuk mengungkapkan keterbukaan Gereja Katolik terhadap perkembangan dan kemajuan zaman. Konsili Vatikan II pada hakikatnya adalah pembaruan yang terus menerus dari Gereja agar warta keselamatannya bisa ditangkap oleh manusia, pria dan wanita, pada zaman ini. Gereja yang selalu membarui diri (ecclesia semper reformanda) adalah Gereja yang berusaha mencari cara-cara dan sarana-sarana yang cocok untuk mewartakan keselamatan kepada manusia zama ini.
Sejak Konsili Vatikan II, kata-kata menangkap tanda-tanda zaman seringkali digunakan untuk mengungkapkan keterbukaan Gereja Katolik terhadap perkembangan dan kemajuan zaman. Konsili Vatikan II pada hakikatnya adalah pembaruan yang terus menerus dari Gereja agar warta keselamatannya bisa ditangkap oleh manusia, pria dan wanita, pada zaman ini. Gereja yang selalu membarui diri (ecclesia semper reformanda) adalah Gereja yang berusaha mencari cara-cara dan sarana-sarana yang cocok untuk mewartakan keselamatan kepada manusia zama ini.
Sinode III Keuskupan
Ruteng yang tengah berlangsung sepekan ini di Ruteng dan dihadiri utusan-utusan
dari paroki-paroki di seluruh Manggarai raya adalah untuk membahas reksa
pastoral yang tepat dan cocok bagi umat Katolik Manggarai saat ini. Sasaran dan
tujuannya adalah agar orang-orang Katolik Manggarai memiliki kualitas iman yang
kokoh, kuat dan berdimensi sosial. Sinode itu sendiri bermaksud agar reksa
pastoral yang dihasilkan oleh Gereja Katolik Manggarai sungguh-sungguh
menangkap keluh kesah umat Katolik, memberikan harapan akan masa depan yang
baik dan mengantar orang kepada keselamatan utuh menyeluruh.