MEMBUKA tahun 2010 Paus Benediktus XVI memberi pesan damai kepada semua orang yang mengarahkan pandangannya pada kehidupan yang lebih baik. “If you want to cultivate peace, protect creation” (jika Anda inginkan perdamaian, lindungi alam).“ Paus Benediktus mengulas hubungan segitiga antara Allah, manusia, dan alam ciptaan. Bahwa terdapat relasi yang tak terelakkan dan tak terpisahkan antara Allah, manusia, dan alam ciptaan. Refleksi teologis mengenai perintah Kitab Kejadian “kuasailah alam ciptaan” (Kej. 1:28) tidak dimaksudkan dalam konteks dominasi eksploitatif, melainkan pengelolaan dalam konteks tanggung jawab.
Tampilkan postingan dengan label lingkungan hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lingkungan hidup. Tampilkan semua postingan
11 Januari 2010
Damai dengan Alam
Oleh Frans Obon
MEMBUKA tahun 2010 Paus Benediktus XVI memberi pesan damai kepada semua orang yang mengarahkan pandangannya pada kehidupan yang lebih baik. “If you want to cultivate peace, protect creation” (jika Anda inginkan perdamaian, lindungi alam).“ Paus Benediktus mengulas hubungan segitiga antara Allah, manusia, dan alam ciptaan. Bahwa terdapat relasi yang tak terelakkan dan tak terpisahkan antara Allah, manusia, dan alam ciptaan. Refleksi teologis mengenai perintah Kitab Kejadian “kuasailah alam ciptaan” (Kej. 1:28) tidak dimaksudkan dalam konteks dominasi eksploitatif, melainkan pengelolaan dalam konteks tanggung jawab.
MEMBUKA tahun 2010 Paus Benediktus XVI memberi pesan damai kepada semua orang yang mengarahkan pandangannya pada kehidupan yang lebih baik. “If you want to cultivate peace, protect creation” (jika Anda inginkan perdamaian, lindungi alam).“ Paus Benediktus mengulas hubungan segitiga antara Allah, manusia, dan alam ciptaan. Bahwa terdapat relasi yang tak terelakkan dan tak terpisahkan antara Allah, manusia, dan alam ciptaan. Refleksi teologis mengenai perintah Kitab Kejadian “kuasailah alam ciptaan” (Kej. 1:28) tidak dimaksudkan dalam konteks dominasi eksploitatif, melainkan pengelolaan dalam konteks tanggung jawab.05 Juli 2009
Sumpah Adat
Frans Obon
KOMUNITAS adat Lewo Pulo Tana Lema di Solor Barat, Flores Timur menggelar sumpah adat. Memeteraikan sumpah adat ini, mereka sembeli seekor babi. Kegiatan ini diprakarsai oleh pemerintah kecamatan. Tujuannya adalah mencegah pembakaran padang di pulau tersebut yang terjadi setiap tahun. Dalam kasus pembakaran hutan ini, petugas seringkali kesulitan karena mereka tidak tahu pelakunya. Karena itu dibuatlah sumpah adat agar masing-masing orang waspada tidak membakar hutan baik dengan cara sengaja maupun tidak sengaja.
KOMUNITAS adat Lewo Pulo Tana Lema di Solor Barat, Flores Timur menggelar sumpah adat. Memeteraikan sumpah adat ini, mereka sembeli seekor babi. Kegiatan ini diprakarsai oleh pemerintah kecamatan. Tujuannya adalah mencegah pembakaran padang di pulau tersebut yang terjadi setiap tahun. Dalam kasus pembakaran hutan ini, petugas seringkali kesulitan karena mereka tidak tahu pelakunya. Karena itu dibuatlah sumpah adat agar masing-masing orang waspada tidak membakar hutan baik dengan cara sengaja maupun tidak sengaja.
Langganan:
Postingan (Atom)