Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

14 Juni 2011

Rumah Sakit Perlu Beri Sanksi

Seorang bidan memplester mulut seorang ibu karena berteriak saat melahirkan di rumah sakit umum di Maumere. Bayi laki-laki dari perempuan dari Koting ini meninggal. Bidan dan manajemen RS minta maaf. Keluarga sudah memaafkan bidan tersebut.



Oleh Frans Obon

Nyonya Natalia Nonce dan suaminya Robertus Rudison dari Dusun Wutik, Desa Koting, Kabupaten Sikka telah memaafkan bidan Siti Y Komaria dalam kasus isolasi dengan cara memflakban mulut Nyonya Nonce saat berteriak kesakitan ketika hendak partus di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) TC Hillers Maumere (Flores Pos edisi, 8 Juni 2011).

Pemberian maaf ini terjadi ketika bidan Siti Y Komaria dan Direktris RSUD Maumere dokter Imaculata Veronica Djelulut dan sejumlah pejabat penting lainnya dari rumah sakit tersebut mengunjungi keluarga Ny Nonce di Koting. 

05 Juli 2009

Pemda Terkesan Tak Serius

Oleh Frans Obon


MASYARAKAT Lembata mengeluh soal pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lembata. Keluhan mereka disampaikan oleh Komisi C DPRD Lembata dalam pandangan umumnya. Intinya rumah sakit milik pemerintah itu tidak maksimal melayani masyarakat. Obat selalu kurang. Masyarakat disuruh membeli obat di apotik-apotik. Cara seperti ini dilihat oleh masyarakat sebagai bentuk ketidakberesan pelayanan rumah sakit.

20 November 2008

Jangan Dibalik: Hilir ke Hulu

Pemerintah mengubah strategi pembangunan kesehatan. Tidak lagi hanya fokus pada investasi sarana dan prasarana, tapi pendidikan masyarakat dan kesehatan lingkungan.
Oleh FRANS OBON


DINAS Kesehatan bikin lokakarya sehari menjelang Hari Kesehatan Nasional di gedung Ine Pare di Jln El Tari, 11 November 2008. Kegiatan ini fokus membahas kesehatan lingkungan, di dalamnya peranan laboratorium kesehatan lingkungan (Labkesling) disoroti secara khusus. Saat ini Labkesling jadi salah satu seksi di Dinas Kesehatan Kabupaten Ende. Sejalan dengan makin meningkatnya kasus-kasus penyakit berbasis lingkungan, Labkesling mendapat kedudukan sentral, sebab pengujian laboratorium mutlak dilakukan. 

Ubah Perilaku Masyarakat

Oleh FRANS OBON

Peringatan Hari Kesehatan Nasional tahun ini menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang berkualitas, sekaligus mengubah atau memberdayakan masyarakat agar perilaku masyarakat berubah sehingga menciptakan pola dan perilaku hidup yang sehat. Penekanan pada tindakan preventif dalam mengelola kesehatan masyarakat adalah sebuah cara pandang baru.

Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menjadikan tahun 2008 sebagai Tahun Sanitasi Internasional. Keputusan ini didasarkan pada fakta bahwa kasus-kasus penyakit berbasis lingkungan belakangan ini makin meningkat. Konsekuensinya, pelayanan kesehatan tidak difokuskan pertama-tama pada tindakan kuratif dan rehabilitasi, melainkan pada tindakan preventif. Dengan kata lain, menghadapi kasus-kasus penyakit berbasis lingkungan diperlukan perubahan paradigma pembangunan kesehatan dari tindakan kuratif dan rehabilitasi ke tindakan preventif.
Perubahan paradigma pelayanan kesehatan ini memberikan konsekuensi bahwa orientasi pembangunan kesehatan adalah masyarakat. Selama ini pemerintah membangun sarana dan prasarana kesehatan. Investasi ini penting dilakukan sebagai kondisi di mana pelayanan kesehatan bisa berjalan maksimal. Tetapi sesungguhnya tidak kalah penting bahwa masyarakat diberdayakan sehingga program bidang kesehatan bisa berkelanjutan (sustaniable). Masalah terbesar selama ini adalah keberlanjutan program pembangunan kesehatan dipertaruhkan lantaran karena masyarakat yang menjadi sasaran program tidak diberdayakan. Karena masyarakat tidak dibangkitkan daya dan kemampuan mereka, maka pembangunan sarana dan prasarana kesehatan mubasir.
Sesungguhnya masalah ini terjadi karena dalam proses perencanaan pembangunannya, masyarakat tidak dilibatkan. Undang-Undang Kesehatan No. 23/1992, Bab VII pasal 71 menegaskan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan kesehatan dan seluruh sumber daya yang mereka miliki. Pelibatan masyarakat dalam pelayanan air minum dan penyehatan lingkungan memiliki efektivitas dan keberlanjutan. Karenanya amat diperlukan keterlibatan masyarakat baik laki-laki maupun perempuan. Keterlibatan kelompok perempuan perlu digarisbawahi karena mereka menjadi komponen yang paling rentan bila pelayanan sarana kesehatan tidak memadai.
Dari berbagai pengalaman, perubahan perilaku hidup masyarakat merupakan faktor penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Karenanya peringatan Hari Kesehatan Nasional tahun ini harus menjadi momentum untuk mengubah paradigma pelayanan kesehatan.

Flores Pos / Bentara / Kesehatan /18 November 2008