Tampilkan postingan dengan label kemiskinan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kemiskinan. Tampilkan semua postingan

27 April 2010

Busung Lapar dan Gizi Buruk

Oleh FRANS OBON

MENGAPA masalah gizi buruk dan busung lapar tidak pernah tuntas kita selesaikan? Mengapa kejadian rawan pangan, yang sering kita plesetkan rawan daya beli, busung lapar dan gizi buruk selalu menjadi peristiwa tahunan?

Itulah pertanyaan kita semua ketika kita membaca berita dari Maumere bahwa tiga orang bayi menderita gizi buruk (Flores Pos edisi 21 April 2010). Sudah banyak dana digelontorkan untuk memperbaiki pengelolaan sektor pertanian, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi rakyat, namun semua usaha itu ternyata tidak bisa menghapus masalah kemiskinan yang memang menjadi akar dari busung lapar dan gizi buruk tersebut.

Masalah kemiskinan memang tidak pernah tuntas karena ukurannya bisa berbeda-beda. Tetapi fenomena busung lapar dan gizi buruk bisa kita atasi. Persoalan ini hampir sebagian besar disebabkan oleh salah kelola anggaran yang ada serta pilihan prioritas dan kebijakan yang diambil oleh para pemimpin kita di Flores. Sudah amat sering media ini menyampaikan bahwa para elite kita Flores tidak memiliki grand strategy untuk membenahi pertanian kita. Padahal hampir 80 persen masyarakat kita hidup dari pertanian. Yang terjadi adalah kita melompat dari satu prioritas ke prioritas lainnya tanpa membangun berdasarkan konteks masyarakat kita.